Manajemen Pemasaran

BAB I

PENDAHULUAN

Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen.

Dalam mencapai strategi pemasaran yang tepat dan terbaik untuk diterapkan, salah satunya perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran. Hal tersebut penting karena bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan banyak kesempatan untuk menjaring konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia-sia. Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan sampai pada saat sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa bertahan di dalam pangsa pasar. oleh karena itu diperlukan strategi pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan produknya. Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan.


Bab II

Pembahasan

Fungsi utama mengapa kegiatan pemasaran dilakukan :

1. Untuk memberikan informasi tentang produk yang dijual perusahaan.

2. Untuk mempengaruhi keputusan membeli konsumen.

3. Untuk menciptakan nilai ekonomis suatu barang.

Kegiatan utama pemasaran atau juga disebut marketing mix adalah suatu perangkat perusahaan yang terdiri dari 4 variable yaitu produk, struktur harga, kegiatan promosi dan saluran distribusi dengan tujuan untuk menentukan tingkat keberhasilan pemasaran perusahaan yang bisa memberikan kepuasan dalam pemenuhan kebutuhan konsumen yang dipilih atau segmen pasar yang di harapkan.

Berikut analisis yang dilakukan di supermarket agung:

A. Produk

Produk yang ditawarkan disini merupakan produk yang berorientasi pada barang-barang konsumsi, barang-barang tersebut dapat dibedakan menjadi:

1. Barang kebutuhan sehari-hari

2. Barang belanjaan

3. Barang khsusus

Pengadaan produk ini adalah pemesanan secara langsung kepada produsen, sehingga dengan pemesanan langsung ini dapat menekan biaya-biaya yang bisa dipergunakan untuk kegiatan lain.

Penataan produk di supermarket agung limboto sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure) penataan produk yang tujuannya untuk menarik perhatian konsumen dimana langkah-langkah visual merchandising diantaranya dapat dilakukan dengan display dan label.

Jenis barang disupermarket telah ditentukan dalam pembagian departemen dan pengklasifikasian barang berdasarkan jenis-jenisnya analisis produk dan penataannya, strategi-strategi penataanya yaitu sebagai berikut:

1. Produk ditempatkan dalam kategorinya

2. Facing/jumlah tier produk sesuai dengan market share

3. Pengaturan secara horizontal atau vertical unutk masing-masing jenis brand

Mengenai pendisplayan supermarket ini juga sesuai dengan SOP yakni:

1. Barang-barang diletakkan sesuai dengan ukuran dan jenis-jenisnya

2. Facing produk menghadap kedepan

3. Tinggi jalur sama

4. Penataan barang menggunakan eye technical eye catching

B. Promosi

Promosi merupakan kegiatan baik berupa pengenalan produk, manfaat dan kegunaan dan keistimewaan produk-produk tersebut kepada konsumen. Promosi yang digunakan oleh usaha ini adalah promosi tidak langsung, selain itu usaha ini juga minim melakukan promosi hanya saja mereka mengandalkan banyaknya barang yang disediakan berupa barang-barang primer dan selain itu mereka menerapkan promosi penjualan yaitu variasi insentif jangka pendek untuk merangsang pembelian atau penjualan secara langsung kepda konsumen.

C. Distribusi

Distribusi fisik menyangkut perencanaan pelaksanaan dan pengawasan arus bahan dan produk akhir ketempat pemakai untuk memenuhi kebutuhan pelanggan agar memeproleh keuntungan. Kegiatan utama distribusi bertitik tolak dalam merancang system distribusi fisik dalam mempelajari apa yang diinginkan konsumen. Karena konsumen akan tertarik pada beberapa hal yaitu:

1. Ketepatan waktu dalam pengiriman

2. Penanganan barang dengan hati-hati

3. Kemampuan untuk mengganti barang-barang rusak

4. Memenuhi keinginan konsumen yang mendesak.

Oleh karenanya masalah pelayanan kepada konsumen benar-benar diperhatikan. Selain itu perusahaan juga harus dapat merancang suatu system yang akan mengurangi biasa distribusi total dan system distribusi fisik. Didalam pengelolaan pesanan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:

1. Kesiapan tenaga penjual untuk mengirimkan pesanan tepat pada waktunya

2. Kesiapan bagian gudang untuk menyiapkan dan mengepak barang yang sudah dipesan

3. Biaya pengiriman seefisian mungkin

D. Strategi penetapan harga

Penetapan harga merupakan kompenen utama kedua dari bauran pemasaran. Harga adalah kompenen bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan, sedang yang lainnya menghasilkan biaya. Tingkat harga yang ditetapkan akan mempaengaruhi kuantitas yang terjual. Harga yang ditetapkan di perusahaan ini relative lebih rendah daripada di tempat lain, mengingat proses pendistribusiannya dilakukan secara lansung, tujuan utama penetapan harga yang rendah ini adalah untuk menguasai pasar secara maksimum, untuk bertahan hidup perusahaan, memaksimalkan laba jangka pendek dan memaksimalkan hasil penjualan.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dalam konsep pemasaran modern banyak perusahaan yang mengacu pada bauran pemasaran di dalam merancang program pemasarannya. Bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, promosi dan saluran distribusi mempunyai peranan yang sangat penting guna mensukseskan program pemasaran dari suatu perusahaan. Dengan melakukan perencanaan terhadap empat bauran pemasaran diharapkan perusahaan dapat merumuskan program pemasaran yang tepat bagi produk yang akan ditawarkan kepada konsumen.

Perencanaan produk yang dilakukan oleh perusahaan harus benar- benar sesuai dengan kebutuhan konsumen. Selain itu, produk yang dihasilkan harus mencerminkan kualitas yang baik. Hal tersebut agar sesuai dengan tujuan perusahaan yang mana produk yang dipasarkan dapat diterima dan sesuai dengan kebutuhan konsumen dan dapat memuaskan konsumen. Karena produk merupakan titik sentral dari kegiatan pemasaran, keberhasilan suatu perusahaan dapat diketahui dari respon yang ditunjukkan oleh konsumen.

Dalam situasi seperti ini konsep pemasaran tidak lagi cukup hanya berbicara tentang penjualan, periklanan atau bahkan konsep bauran pemasaran 4P (product, place, pricing, dan promotion). Pemasaran harus dilihat sebagai suatu konsep bisnis strategi (strategic business concept). Artinya pemasaran tidak lagi sekadar marketing as it is, melainkan harus diintegrasikan dengan strategi perusahaan secara keseluruhan.

B. Saran

Dengan penerapan strategi yang baik seperti itu diharapkan perusahaan ini dapat menjaga citra dan goodwill perusahaan, mengingat tingkat konsumen yang semakin hari terlihat semakin meningkat alangkah baiknya perusahaan mampu menyediakan sarana parker yang memadai dan diperluas.

Related Post:

  1. Makalah Ekonomi Manajerial

Ekonomi Manajerial

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.
Makalah ini disusun bertujuan untuk memperdalam tentang ekonomi manajerial yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini memuat tentang “pemahaman konsep ekonomi manajerial dan keterkaitannya dengan ilmu yang lainnya” yang menjelaskan tentang ruang lingkup manajemen operasional dan analisis yang digunakan pada ekonomi manajerial itu sendiri.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada Dosen mata Kuliah Ekonomi Manajerial yaitu Ibu Kalsum R Jumianty SE, MSi. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Gorontalo, September 2011
Penulis




BAB I
PENDAHULUAN
A. Definisi Ekonomi Manajerial
Evan J. Douglas (1995) memberi pengertian ekonomi manajerial sebagai berikut: Ekonomi manajerial adalah cabang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan penerapan prinsip-prinsip metodologi ekonomi dalam proses pengambilan keputusan perusahaan atau organisasi.
Dominic Salvatore (1996): Ekonomi manajerial adalah pengetahuan yang menunjukkan adanya aplikasi teori ekonomi dan analisis pengetahuan pengambilan keputusan yang menelaah bagaimana organisasi dapat mencapai tujuan secara efisien.
Pusat perhatian ekonomi manajerial adalah konsep keuntungan, dimana keuntungan merupakan selisih penerimaan perusahaan total dengan biaya total.
Ekonomi manajerial banyak menggunakan model dengan tujuan untuk pendidikan, penjelasan, dan prediksi. Simbol yang digunakan dalam model dapat berupa variabel, grafik, dan matematik.
Analisis present value dilakukan dengan mendiskontokan aliran kas masa sekarang dengan tujuan untuk pengambilan keputusan. Tingkat diskonto yang cocok adalah opportunity interest rate yang merupakan tingkat penerimaan/hasil yang paling baik dengan tingkat resiko yang sama.
Analisis expected value bertujuan untuk mengikhtisarkan distribusi probabilitas hasil secara tunggal yang kemudian dibandingkan dengan nilai harapan (expected value) dari keputusan alternatif yang lain.
Expected value dari keputusan merupakan rata-rata tertimbang dari hasil-hasil yang mungkin, dimana bobot dari setiap hasil adalah probabilitas masa lalu dari terjadinya hasil tersebut.
Analisis EPV mensyaratkan pendiskontoan EV keuntungan untuk masa datang ke masa sekarang sebelum diagrepasikan untuk memperoleh EPV untuk setiap keputusan alternatif.
Apabila perencanaan perusahaan demikian pendek sehingga time horizon perusahaan berada pada periode sekarang, perusahaan akan memaksimumkan keuntungan pada periode sekarang apabila perusahaan memperoleh informasi secara penuh. Apabila perusahaan tidak memperoleh informasi secara penuh maka kondisi yang dihadapi adalah situasi yang tidak pasti sehingga perusahaan berusaha untuk memaksimumkan expected value pada saat sekarang.
Apabila perencanaan perusahaan lebih panjang sehingga time horizon perusahaan berada pada periode masa yang akan datang maka perusahaan akan memaksimumkan present value aliran kasnya, apabila perusahaan beroperasi dalam kondisi pasti (certainty), atau memaksimum expected value keuntungannya apabila perusahaan beroperasi dalam kondisi tidak pasti (uncertainty).















BAB II
PEMBAHASAN
1.1. Pengertian dan Ruang Lingkup Managerial
Ekonomi manajerial dapat didefinisikan sebagai aplikasi dari teori ekonomi terutama teori ekonomi mikro, serta berbagai alat dalam analisis dalam ilmu pengambilan keputusan bisnis dan administrati yaitu tentang bagaimana perusahaan dapat mencapai tujuan atau sasarannya dengan cara yang paling efisien. Masalah keputusan manajemen ini muncul karena di dalam upaya mencapai sasaran yang telah ditetapkan, organisasi menghadapi kendala.

1.2. Hubungan Ekonomi Manajerial Dengan Ilmu Lain
Sebagai terapan ilmu, ekonomi manajerial mempunyai kaitan yang erat dengan beberapa ilmu yang lain yaitu:
a. Teori ekonomi
Dalam pengambilan keputusan akan memberikan landasan teori untuk melakukan peramalan serta penjelasan perilaku ekonomi dengan menggunakan model-model. Teori ekonomi mikro teruatama berkaitan dengan teori perusahaan.
b. Ilmu pengambilan keputusan
Ilmu keputusan terdiri dari perangkat matematika ekonomi dan ekonometri (statistika) untuk membentuk dan mengestimasi model keputusan yang ditujukan untuk menentukan prilaku optimum perusahaan yaitu mencapai tujuannya dengan cara yang paling efisien.
Matematika ekonomi digunakan untuk memformulakan (menggambarkan dalam bentuk persamaan) model ekonomi yang dipostulatkan dalam teori ekonomi. Dan Ekonometri kemudian menerapkan peralatan ststistik (terutama analisis regresi)pada data sunia nyata untuk mengestimasi model yang dipostulatkan oleh teori ekonomi dan digunakan untuk peramalan (forecasting).
Sebagai contoh, teori ekonomi mempostulatkan bahwa kuantitas yang diminta (Q) untuk suatu komositas adalah fungsi yang tergantung pada harga komoditas tersebut (P), pendapatan konsumen (Y), dan harga komoditas lain yang berhubungan yaitu; komoditas komplementer (Pc), dan substitusi (Ps). Bila diasumsikan bahwa selera tidak berubah maka kita dapat mempostulatkan model formal matematika sebagai beikut
Q = f(P, Y, Pc, Ps)
Dengan formula diatas kita dapat mengestimasi hubungan empirisnya (ekonometri) yang memungkinkan perusahaan untuk menentukan seberapa besar perubahan Q degan adanya perubahan dalam P, Y, Pc, dan Ps untuk meramalkan permintaan di masa yang akan datang untuk komoditas tersebut agar manajemen dapat mencapai maksud dan tujuan perusahaan (maksimasi laba) dengan cara yang paling efisien.
c. Berbagai area fungsional dari ilmu adimistratif dan Bisnis
Area fungsional administrasi bisnis meliputi; akuntansi, keuangan, pemasaran, manajemen sumber daya manusia, dan produksi. Jadi ekonomi manajerial merupakan pelajaran yang ruang lingkupnya luas yang menggabungkan teori ekonomi, ilmu pengambilan keputusan, dan area fungsional ilmu administrasi bisnis dan membahas bagaimana ketiga hal tersebut berinteraksi satu sama lain pada saat perusahaan berusaha mencapai tujuannya dengan cara yang paling efisien.







The Nature of Manajerial Economics












Sumber: Dominick Salvatore, Managerial Economics In Global Economy. Third Edition 1996 (hal: 4)

1.3. Teori Perusahaan
a. Sasaran dan Nilai Perusahaan.
Pada dasarnya sasaran yang ingin dicapai oleh suatu perusahaan adalah memaksimumkan laba sekarang atau dalam jangka pendek. Namun demikian ada kalanya perusahaan rela mengorbankan atau melepaskan laba jangka pendeknya untuk meningkatkan laba dalam jangka panjang. Jika laba perusahaan sama dengan nilai perusahaan maka secara singkat dapat dikatakan bahwa tujuan perusahaan adalah memaksimumkan nilai perusahaan.
Nilai perusahaan adalah nilai sekarang atau aliran kas suatu perusahaan yang diharapkan akan diterima pada masa yang akan datang. Nilai sekarang dari seluruh laba yang diharapkan pada masa yang akan datang:



PV : Present Value of all expected future laba (nilai sekarang dari seluruh laba yang diharapkan akan diterima pada masa yang akan datang.
n : Expected Laba at year n (laba yang diharapkian pada tahun ke – n. dan t sama dengan 1,2, 3,...sampai ke n
Nilai perusahaan
TR = P.Q,

B. Kendala Perusahaan dan keterbatasan Teori
Dalam usahanya tesebut perusahaan menghadapi kendala. Kendala tersebut muncul karena terbatasnya ketersediaan input yang esensial, seperti perusahaan tidak dapat memperoleh seluruh bahan mentah khusus sebanyak yang dibutuhkan.
Adanya kendala mempersempit gerak perusahaan dalam upayanya mencapai tujuan perusahaan yaitu memaksimumkan laba atau nilai perusahaan. Masalah ini selanjutnya disebut sebagai kendala optimasi.

1.4. Laba
a. Fungsi Laba.
Laba suatu perusahaan memberikan signal penting bagi perusahaan mengenai realokasi sumberdaya dalam masyarakat, dimana hal tersebut mencerminkan perubahan kemampuan konsumen dan permintaan, dalam suatu waktu.

b. Laba Bisnis dan Laba Ekonomi
Business profit; penerimaan dikurangi dengan biaya eksplisit.
Biaya eksplisit yaitu biaya yang benar benar dikeluarkan untuk membeli atau meggaji input yang digunakan dalam proses produksi.
Laba ekonomi berarti penerimaan dikurangi dengan baik biaya eksplisit maupun biaya implisit.
Biaya implisit adalah nilai input yang dimiliki dan digunakan oleh perusaahaan dalam prosees produksi.
• Gaji yang dapat diperoleh oleh pengusaha/pemilik yang dapat diperoleh dari orang / pihak lain yang setara.
• Pendapatan/return yang dapat diperoleh dari investasi modalnya, menyewakan tanahnya atau pendapatan dari input yang lain.
Laba ekonomi ini penting agar keputusan investasinya benar.

Contoh:
• Laba suatu perusahaan (secara akuntansi) dilaporkan sebesar Rp. 60 juta selama satu tahun.
• Penghasilan pengusaha (enterpreneur)/gaji Rp. 70 juta
• Modal yang mungkin dipinjamkan kepada pihak lain Rp. 20 juta
Maka, laba ekonominnya = Rp. 60 juta – Rp. 70 juta – Rp. 20 juta =
-Rp. 30 juta (kerugian ekonomi)

c. Teori tentang Laba.
1. Risk-Bearing Theory of Profit
Laba ekonomi dibutuhkan oleh perusahaan untuk masuk dan bertahan dibeberapa bidang yang memiliki risiko di atas rata-rata.
2. Frictional Theory of Profit
Laba timbul sebagai akibat dari gesekan atau gangguan dari keseimbangan jangka panjang.
3. Monopoly Theory of Profit
Beberapa perusahaan dengan kekuatan monopoli dapat membatasi output dan mengenakan harga yang tinggi dibandingkan dengan harga pada pasar persaingan.
4. Innovatioan Theory of Profit.
Laba ekonomi adalah imbalan karena pengenalan dari inovasi yang berhasil.
5. Managerial Efficieny Theory of Profit.
Bila rata-rata perusahaan cenderung hanya memperoleh hasil normal dari investasi jangka panjang, perusahaan yang lebih efisien dari rata rata perusahaan tersebut akan memperoleh laba ekonomi.
Adapun Proses yang terkait dengan semua pengambilan keputusan manajerial yaitu:
• Menetapkan tujuan perusahaan atau organisasi
• Mendefinisikan masalah yang dihadapi untuk mencapai tujuan tersebut.
• Mengidentifikasi berbagai solusi-solusi
• Memilih solusi terbaik dari berbagai solusi yang tersedia.
• Megimplementasikan keputusan tersebut.


KERANGKA KERJA INTERNASIONAL EKONOMI MANAJERIAL
Menjadi global telah menjadi strategi persaingan yang penting. Banyak perusahaan-perusahaan internasional yang membeli input dari luar negeri dan kemudian menjual produknya ke luar negeri, dan bahkan mendirikan pabrik di banyak negara. Sehingga perusahaan domestik menghadapi persaingan yang semakin besar dari perusahaan luar negeri. Perusahaan global harus menjaga keseimbangan antara fungsi sebagai suatu organisme global sambil menyesuaikan produknya dengan selera konsumen lokal (pasar lokal).
Para pemimpin perusahaan saat ini harus memiliki keahlian selain keahlian dasar tradisional yaitu di bidang akuntansi, pemasaran, dan keuangan. Para eksekutif bisnis global dituntut untuk bisa menjadi seorang visioner bukan hanya sebagai manajer semata, oleh karena itu ia harus memiliki beberapa hal berikut :
1. Mempunyai pandangan yang global, mengerti tentang sistem informasi dan teknologi.
2. Dapat mempergunakan kesempatan dalam perbedaan dan ahli dalam kerja tim, kreatif dan menunjukkan inisiatif, mampu memilah-milah berbagai pola dan kesempatan dalam kekacauan dan mempunyai kemampuan untuk menyatukan informasi ketimbang menganalisis saja.
3. Yang paling penting dia harus mempunyai keahlian yang tinggi dalam berhubungan dengan orang lain dan mampu berkomunikasi secara efektif.
4. Mempunyai kemampuan untuk mengkombinasikan berbagai keahlian yang berlainan untuk memecahkan masalah.
5. Harus dapat mengkombinasikan kerja keras dan pemahaman yang mendalam mengenai bisnis yang digelutinya dengan kemampuan memberi semangat kepada orang lain untuk bekerja keras agar visi atau tujuan tersebut menjadi kenyataan.
6. Mempunyai pemahaman yang mendalam terhadap masalah-masalah global dan berbagai aspek etika dalam keputusan bisnisnya. Perusahaan yang ingin menjadi perusahaan global membutuhkan manajer yang jenius, produk yang inovatif, kekuatan keuangan (modal), jangkauan global dan ketaatan kapada pemegang saham.

EKONOMI MANAJERIAL DAN INTERNET
Internet merupakan tempat yang bagus untuk memulai mencari informasi tentang ekonomi majanerial. Sebagai contoh, anda dapat menemukan informasi tentang ekonomi makro dalam hal inflasi, pertumbuhan, dan pengangguran, juga informasi tentang ekonomi mikro tentang sektor tertentu, industri, dan perusahaan. Seluruh dunia secara cepat akan menjadi kesatuan jalur informasi supercepat (information super highway) lewat internet. Ini berarti individu, peneliti, perusahaan, dan konsumen dapat berhubungan dengan perpustakaan, sumber data, serta informasi pemasaran dan mendapatkan informasi yang luas yang tidak pernah merka dapatkan sebelumnya hanya dengan seujung jari mereka. Melalui internet perusahaan juga dapat memasarkan produk yang diproduksi yang dikenal dengan e-commerce.














BAB III
PENUTUP
Ekonomi Manajerial merupakan penerapan teori ekonomi (terutama Teori ekonomi mikro) dan ilmu pengambilan keputusan untuk dunia bisnis. Titik berat pembahasannya adalah teori perusahaan dimana diasumsikan tujuan perusahaan dalam jangka pendek adalah memaksimumkan laba. Namun demikian orientasi pencapaian laba maksimum tersebut bergeser karena perusahaan menghadapi ketidakpastian dalam. Jangka panjang. Dalam jangka panjang tujuan perusahaan adalah memaksimumkan nilai perusahaan.
Memaksimumkan laba jangka pendek berbeda dengan memaksimumkan nilai perusahaan dalam jangka panjang.




Related Post:
1. Teori laba ekonomi, friksi, monopoli, inovasi dan kompensasi
2. pola fikir ekonomi manajerial

Pola Pikir Ekonomi Manajerial

Manajeman sumber daya yang efektif merupakan tantangan yang berkelanjutan bagi manager, para manajer di semua organisasi harus mengembangkan kebijakan yang jelas sehinggan tujuan organisasi dapat direalisasikan secara efisiean. Sumber daya harus diperoleh dan diorganisasikan, para karyawan harus dilatih dan dimotivasi. Salah satu persyaratan terpenting untuk membuat keputusan yang baik, dan salah satu yang terpenting yang dipergunakan oleh para manajer yang berhasil adalah metodologi ekonomi manajerial.

Ekonomi manajerial menerapkan teori dan metode ekonomi dalam bisnis dan pengambilan keputusan administrative. Karena menggunakan alat-alat dan tekhnis analisis ekonomi untuk memecahkan masalah manajerial. Manajerial ekonomi mengaitkan ekonomi tradisonal dengan ilmu keputusan untuk mengembangkan alat penting bagi pengambilan keputusan manajerial.

Penggunaaan dan nilai ekonomi manajerial dengan memperhatikan baik unsure perspektif maupun unsure deskriptif yang dimilikinya. Ekonomi manajerialmenyarankan peraturan-peraturdan untuk memperbaiki keputusan manajerial. Ia memebritahukan para manajer hal-hal apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien. Ekonomi manajerial juga membantu para manajer untuk mengenali bagaimana kekuatan-kekuatan ekonomi mempengearuhi organisasi dan menjabarkan sekuensi ekonomi dari perilaku manajerial.

Ekonomi manajrial dapat dipergunakan untuk mengindentifikasi cara-cara untuk secara efisien mancapai, pada dasarnya setiap sasaran perusahaan. Ekonomi manajerila juga memberikan peraturdan penetapan harga dan keluaran yang mengizinkan perusahaan untuk memaksimalkan laba bersih setelah perusahaan mencapai tujuan pertumbuhannya. Ekonomi manajerial juga dapat menetapkan peraturan keputusan yang sesuai, para manajer harus secara seksama memahami lingkunagn ekonomi dimana mereka beroperasi. Ekonomi manajerial menggambarkan bagaimana kekuatan-kekuatan ekonomi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh keputusan-keputusanmanajerial.

Dengan komponen perspektif dan deskriptifnya, ekonomi manajerial menyediakan aplikasi yang menyeluruh dari teori dan metodologi ekonomi terhadap pengambilan pengambilan keputusan manajerial. Ekonomi manajerial juga relevan bagi manajemen organisasi nirlaba non bisnis,seperti instansi pemerintah, kop[erasi sekolah, dan rumah sakit, serta lembaga-lembaga serupa lainnya, sama dengan relevansinya bagi bisnis yang berorieantasi laba.

Sehingga Ekonomi manajerial dapat didefinisikan sebagai aplikasi dari teori ekonomi terutama teori ekonomi mikro, serta berbagai alat dalam analisis dalam ilmu pengambilan keputusan bisnis dan administrati yaitu tentang bagaimana perusahaan dapat mencapai tujuan atau sasarannya dengan cara yang paling efisien. Masalah keputusan manajemen ini muncul karena di dalam upaya mencapai sasaran yang telah ditetapkan, organisasi menghadapi kendala.

Berikut beberapa pengertian menurut para ahli:

Evan J. Douglas (1995) memberi pengertian ekonomi manajerial sebagai berikut: Ekonomi manajerial adalah cabang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan penerapan prinsip-prinsip metodologi ekonomi dalam proses pengambilan keputusan perusahaan atau organisasi.

Dominic Salvatore (1996): Ekonomi manajerial adalah pengetahuan yang menunjukkan adanya aplikasi teori ekonomi dan analisis pengetahuan pengambilan keputusan yang menelaah bagaimana organisasi dapat mencapai tujuan secara efisien.

Sebagai terapan ilmu, ekonomi manajerial mempunyai kaitan yang erat dengan beberapa ilmu yang lain yaitu:

a. Teori ekonomi

Dalam pengambilan keputusan akan memberikan landasan teori untuk melakukan peramalan serta penjelasan perilaku ekonomi dengan menggunakan model-model. Teori ekonomi mikro teruatama berkaitan dengan teori perusahaan.

b. Ilmu pengambilan keputusan

Ilmu keputusan terdiri dari perangkat matematika ekonomi dan ekonometri (statistika) untuk membentuk dan mengestimasi model keputusan yang ditujukan untuk menentukan prilaku optimum perusahaan yaitu mencapai tujuannya dengan cara yang paling efisien.

Matematika ekonomi digunakan untuk memformulakan (menggambarkan dalam bentuk persamaan) model ekonomi yang dipostulatkan dalam teori ekonomi. Dan Ekonometri kemudian menerapkan peralatan ststistik (terutama analisis regresi)pada data sunia nyata untuk mengestimasi model yang dipostulatkan oleh teori ekonomi dan digunakan untuk peramalan (forecasting).

c. Berbagai area fungsional dari ilmu adimistratif dan Bisnis

Area fungsional administrasi bisnis meliputi; akuntansi, keuangan, pemasaran, manajemen sumber daya manusia, dan produksi. Jadi ekonomi manajerial merupakan pelajaran yang ruang lingkupnya luas yang menggabungkan teori ekonomi, ilmu pengambilan keputusan, dan area fungsional ilmu administrasi bisnis dan membahas bagaimana ketiga hal tersebut berinteraksi satu sama lain pada saat perusahaan berusaha mencapai tujuannya dengan cara yang paling efisien.

Ekonomi manajerial menggunakan konsep ekonomi dan tekhnik- tekhnik ilmu keputusan untuk memecahkan masalah-masalah manajerial seperti tampak pada gambar berikut:

The Nature of Manajerial Economics




Sumber: Dominick Salvatore, Managerial Economics In Global Economy. Third Edition 1996 (hal: 4)

Dalam ekonomi manajerial kita mempelajari variabel – variabel yang berkaitan dengan ekonomi manajerial dalam struktur pasar diataranya:

ekonomi analisis ada 4 tipe dalam struktur pasar yaitu:

1. Perfect compotition (pasar persaingan sempurna)

Dalam teori pasar persaingan sempurna harga diindustri ditentukan oleh tingkat penawaran dan permintaan dan semua produk identik sama.Masing – masing perusahaan memiliki kebutuhan horizontal melengkung pada harga pasar – demand curve dan pendapatan marjinal adalah sama.

sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat mempengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk. (sumber: Wikipedia)

2. Monopoly (Pasar monopoli)

Pasar monopoli dimana dipasar ini hanya ada satu penjual atau perusahaan yang menguasai pasar. Penjual atau perusahaan dapat mengurangi atau menaikkan harga dengan cara menentukkan jumlah barang yang diproduksi. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai “monopolis”.

Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih buruk lagi— mencarinya di pasar gelap (black market). (sumber: Wikipedia)

3. Oligopoly (pasar oligopoli)

Dimana suatu pasar dikuasai oleh beberapa perusahaan sehingga beberapa perusahaan ini saling bersaing dalam penawaran.

Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada. (sumber: Wikipedia)

Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.

4. Monopolistic competition (Pasar persaingan monopoli)

Persaingan monopolistik merupakan suatu jenis pasar yang digolongkan berdasarkan:

a. sejumlah besar perusahaan.

b. produk-produk yang dibedakan dan tidak dilihat sebagai penganti sempurna oleh konsumen.

c. beberapa kemampuan penjual untuk menetapkan harga yang mereka inginkan,

d. jalan masuk bebas masuk dan keluar dari pasar tersebut,

e. kepercayaan yang berat terhadap tindakan-tindakan non harga untuk membedakan produk seseorang. (sumber: peoi.org)

Ada 3 variabel dalam struktur pasar yaitu:

1. Entry conditions are important.

Mereka mempengaruhi apakah keuntungan yang tinggi dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

2. The Number of competitors and their behaviour is imprtant.

Beberapa co-operasi “kompetitor” dapat mengakibatkan monopoli-jenis keuntungan

3. Product different is important.

Semua perusahaan mempunyai biaya yang sama dengan harga yang kompetitif di pasar