Pola Pikir Ekonomi Manajerial

Manajeman sumber daya yang efektif merupakan tantangan yang berkelanjutan bagi manager, para manajer di semua organisasi harus mengembangkan kebijakan yang jelas sehinggan tujuan organisasi dapat direalisasikan secara efisiean. Sumber daya harus diperoleh dan diorganisasikan, para karyawan harus dilatih dan dimotivasi. Salah satu persyaratan terpenting untuk membuat keputusan yang baik, dan salah satu yang terpenting yang dipergunakan oleh para manajer yang berhasil adalah metodologi ekonomi manajerial.

Ekonomi manajerial menerapkan teori dan metode ekonomi dalam bisnis dan pengambilan keputusan administrative. Karena menggunakan alat-alat dan tekhnis analisis ekonomi untuk memecahkan masalah manajerial. Manajerial ekonomi mengaitkan ekonomi tradisonal dengan ilmu keputusan untuk mengembangkan alat penting bagi pengambilan keputusan manajerial.

Penggunaaan dan nilai ekonomi manajerial dengan memperhatikan baik unsure perspektif maupun unsure deskriptif yang dimilikinya. Ekonomi manajerialmenyarankan peraturan-peraturdan untuk memperbaiki keputusan manajerial. Ia memebritahukan para manajer hal-hal apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien. Ekonomi manajerial juga membantu para manajer untuk mengenali bagaimana kekuatan-kekuatan ekonomi mempengearuhi organisasi dan menjabarkan sekuensi ekonomi dari perilaku manajerial.

Ekonomi manajrial dapat dipergunakan untuk mengindentifikasi cara-cara untuk secara efisien mancapai, pada dasarnya setiap sasaran perusahaan. Ekonomi manajerila juga memberikan peraturdan penetapan harga dan keluaran yang mengizinkan perusahaan untuk memaksimalkan laba bersih setelah perusahaan mencapai tujuan pertumbuhannya. Ekonomi manajerial juga dapat menetapkan peraturan keputusan yang sesuai, para manajer harus secara seksama memahami lingkunagn ekonomi dimana mereka beroperasi. Ekonomi manajerial menggambarkan bagaimana kekuatan-kekuatan ekonomi mempengaruhi dan dipengaruhi oleh keputusan-keputusanmanajerial.

Dengan komponen perspektif dan deskriptifnya, ekonomi manajerial menyediakan aplikasi yang menyeluruh dari teori dan metodologi ekonomi terhadap pengambilan pengambilan keputusan manajerial. Ekonomi manajerial juga relevan bagi manajemen organisasi nirlaba non bisnis,seperti instansi pemerintah, kop[erasi sekolah, dan rumah sakit, serta lembaga-lembaga serupa lainnya, sama dengan relevansinya bagi bisnis yang berorieantasi laba.

Sehingga Ekonomi manajerial dapat didefinisikan sebagai aplikasi dari teori ekonomi terutama teori ekonomi mikro, serta berbagai alat dalam analisis dalam ilmu pengambilan keputusan bisnis dan administrati yaitu tentang bagaimana perusahaan dapat mencapai tujuan atau sasarannya dengan cara yang paling efisien. Masalah keputusan manajemen ini muncul karena di dalam upaya mencapai sasaran yang telah ditetapkan, organisasi menghadapi kendala.

Berikut beberapa pengertian menurut para ahli:

Evan J. Douglas (1995) memberi pengertian ekonomi manajerial sebagai berikut: Ekonomi manajerial adalah cabang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan penerapan prinsip-prinsip metodologi ekonomi dalam proses pengambilan keputusan perusahaan atau organisasi.

Dominic Salvatore (1996): Ekonomi manajerial adalah pengetahuan yang menunjukkan adanya aplikasi teori ekonomi dan analisis pengetahuan pengambilan keputusan yang menelaah bagaimana organisasi dapat mencapai tujuan secara efisien.

Sebagai terapan ilmu, ekonomi manajerial mempunyai kaitan yang erat dengan beberapa ilmu yang lain yaitu:

a. Teori ekonomi

Dalam pengambilan keputusan akan memberikan landasan teori untuk melakukan peramalan serta penjelasan perilaku ekonomi dengan menggunakan model-model. Teori ekonomi mikro teruatama berkaitan dengan teori perusahaan.

b. Ilmu pengambilan keputusan

Ilmu keputusan terdiri dari perangkat matematika ekonomi dan ekonometri (statistika) untuk membentuk dan mengestimasi model keputusan yang ditujukan untuk menentukan prilaku optimum perusahaan yaitu mencapai tujuannya dengan cara yang paling efisien.

Matematika ekonomi digunakan untuk memformulakan (menggambarkan dalam bentuk persamaan) model ekonomi yang dipostulatkan dalam teori ekonomi. Dan Ekonometri kemudian menerapkan peralatan ststistik (terutama analisis regresi)pada data sunia nyata untuk mengestimasi model yang dipostulatkan oleh teori ekonomi dan digunakan untuk peramalan (forecasting).

c. Berbagai area fungsional dari ilmu adimistratif dan Bisnis

Area fungsional administrasi bisnis meliputi; akuntansi, keuangan, pemasaran, manajemen sumber daya manusia, dan produksi. Jadi ekonomi manajerial merupakan pelajaran yang ruang lingkupnya luas yang menggabungkan teori ekonomi, ilmu pengambilan keputusan, dan area fungsional ilmu administrasi bisnis dan membahas bagaimana ketiga hal tersebut berinteraksi satu sama lain pada saat perusahaan berusaha mencapai tujuannya dengan cara yang paling efisien.

Ekonomi manajerial menggunakan konsep ekonomi dan tekhnik- tekhnik ilmu keputusan untuk memecahkan masalah-masalah manajerial seperti tampak pada gambar berikut:

The Nature of Manajerial Economics




Sumber: Dominick Salvatore, Managerial Economics In Global Economy. Third Edition 1996 (hal: 4)

Dalam ekonomi manajerial kita mempelajari variabel – variabel yang berkaitan dengan ekonomi manajerial dalam struktur pasar diataranya:

ekonomi analisis ada 4 tipe dalam struktur pasar yaitu:

1. Perfect compotition (pasar persaingan sempurna)

Dalam teori pasar persaingan sempurna harga diindustri ditentukan oleh tingkat penawaran dan permintaan dan semua produk identik sama.Masing – masing perusahaan memiliki kebutuhan horizontal melengkung pada harga pasar – demand curve dan pendapatan marjinal adalah sama.

sebuah jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak dan produk yang dijual bersifat homogen. Harga terbentuk melalui mekanisme pasar dan hasil interaksi antara penawaran dan permintaan sehingga penjual dan pembeli di pasar ini tidak dapat mempengaruhi harga dan hanya berperan sebagai penerima harga (price-taker). Barang dan jasa yang dijual di pasar ini bersifat homogen dan tidak dapat dibedakan. Semua produk terlihat identik. Pembeli tidak dapat membedakan apakah suatu barang berasal dari produsen A, produsen B, atau produsen C? Oleh karena itu, promosi dengan iklan tidak akan memberikan pengaruh terhadap penjualan produk. (sumber: Wikipedia)

2. Monopoly (Pasar monopoli)

Pasar monopoli dimana dipasar ini hanya ada satu penjual atau perusahaan yang menguasai pasar. Penjual atau perusahaan dapat mengurangi atau menaikkan harga dengan cara menentukkan jumlah barang yang diproduksi. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai “monopolis”.

Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih buruk lagi— mencarinya di pasar gelap (black market). (sumber: Wikipedia)

3. Oligopoly (pasar oligopoli)

Dimana suatu pasar dikuasai oleh beberapa perusahaan sehingga beberapa perusahaan ini saling bersaing dalam penawaran.

Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada. (sumber: Wikipedia)

Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.

4. Monopolistic competition (Pasar persaingan monopoli)

Persaingan monopolistik merupakan suatu jenis pasar yang digolongkan berdasarkan:

a. sejumlah besar perusahaan.

b. produk-produk yang dibedakan dan tidak dilihat sebagai penganti sempurna oleh konsumen.

c. beberapa kemampuan penjual untuk menetapkan harga yang mereka inginkan,

d. jalan masuk bebas masuk dan keluar dari pasar tersebut,

e. kepercayaan yang berat terhadap tindakan-tindakan non harga untuk membedakan produk seseorang. (sumber: peoi.org)

Ada 3 variabel dalam struktur pasar yaitu:

1. Entry conditions are important.

Mereka mempengaruhi apakah keuntungan yang tinggi dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

2. The Number of competitors and their behaviour is imprtant.

Beberapa co-operasi “kompetitor” dapat mengakibatkan monopoli-jenis keuntungan

3. Product different is important.

Semua perusahaan mempunyai biaya yang sama dengan harga yang kompetitif di pasar

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang menggunakan Anonymous tidak akan mendapatkan respon.!! thanks..